Surat itu datang bersama kunci rumah tua. Kota membuatmu lelah, dan kakek tahu itu. Di Desa Embun, kebunnya sudah lama ditutupi rumput liar, tapi tanahnya masih baik dan orang-orangnya masih hangat.
Pak Harjo, kepala desa, menyambutmu di gerbang. Bu Sari menyisihkan biji terbaiknya. Di kafe, Mbak Laras menyeduh kopi untuk pendatang baru. Dan Nenek Ijah... Nenek Ijah bilang kakekmu meninggalkan beberapa rahasia di desa ini.
Ceritanya berjalan dalam sembilan bab: dari panen pertama, berkenalan dengan seluruh warga, rahasia pertama, sahabat sejati, perut bumi, pesan kakek, sampai setahun penuh di Embun. Setiap misteri punya pengantar ceritanya sendiri, dan setiap warga punya dua kisah pribadi yang terbuka seiring pertemanan.

































